Tampilkan postingan dengan label Cabe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cabe. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

MENGATASI HAMA TANAMAN CABE

HAMA TANAMAN CABE

Artikel ini dapat dilihat juga di NaturalNusantara.org

PENDAHULUAN

hama tanaman cabe
Serangan hama seringkali membuat para petani atau pelaku usaha agrobisnis, khususnya tanaman cabai pusing. Hasil panen dari budidaya cabe bisa terancam habis akibat serangan hama yang seringkali datang tiba-tiba. Berikut ini disajikan beberapa cara efektif pengendalian hama tanaman cabe dan penjelasan mengenai karakter hama yang banyak menyerang tanaman cabai.

Gangsir

hama gangsir pada cabe
Gangsir tanaman cabai atau cabe adalah Brachytrypes Portentosus. Hama ini biasanya menyerang tanaman cabai muda yang baru saja dipindahtanamkan. Serangannya dilakukan pada malam hari, sedangkan di siang harinya bersembunyi di dalam tanah. Gangsir membuat liang dalam tanah sampai kedalaman 90 cm. Gangsir merusak tanaman cabai dengan cara memotong pangkal batang tapi tidak memakannya.


Pengendalian Hama Gangsir
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan pestisida alami Pestona yang disiramkan dalam lubang tanam. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan/penyiraman insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Ulat Tanah

hama ulat tanah pada cabe
Ulat tanah tanaman cabe adalah Agrotis Ipsilon. Hama jenis ini menyerang tanaman cabai di malam hari, sedangkan pada siang hari bersembunyi dalam tanah atau di balik penutup plastik mulsa. Ulat tanah menyerang batang tanaman cabe muda dengan cara memotong batangnya sehingga sering dinamakan ulat pemotong.

Pengendalian Hama Ulat Tanah
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan pestisida alami Pestona yang disiramkan dalam lubang tanam. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan/penyiraman insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Ulat Grayak

hama ulat grayak pada cabe
Ulat grayak tanaman cabai adalah Spodoptera Litura. Hama ini menyerang bagian daun tanaman cabe dengan cara bergerombol. Daun menjadi berlubang dan meranggas. Ulat grayak disebut juga ulat tentara. Seperti halnya jenis ulat lain, ulat ini menyerang tanaman cabai malam hari, sedang pada siang hari bersembunyi di balik mulsa atau di dalam tanah. Ulat grayak ini bersifat polifag.

Pengendalian Hama Ulat Grayak
  1. Aplikasikan sejak awal mulai pada saat pembibitan bio pestisida Vitura untuk melindungi tanaman.
  2. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan ulat grayak.
  3. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Tambahkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan ulat grayak.

Ulat Buah

hama ulat buah pada cabe
Ulat buah tanaman cabai adalah Helicoverpa sp. Hama ini menyerang buah muda dengan cara membuat lubang dan memakannya. Ulat buah bersifat polifag.
Pengendalian Hama Lalat Buah
  1. Aplikasikan sejak awal mulai pada saat pembibitan bio pestisida Vitura untuk melindungi tanaman.
  2. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan ulat buah.
  3. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Tambahkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan ulat buah.

Thrips

Thrips tanaman cabai adalah Thrips Parvispinus. Serangannya ditandai adanya bercak-bercak keperakan pada daun tanaman cabe yang terserang. Hama ini lebih suka mengisap cairan daun muda sehingga menyebabkan daun tanaman yang terserang menjadi keriting, hingga akhirnya tanaman cabai tersebut menjadi kerdil.

Pengendalian Hama Thrips
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan thrips penyebab keriting daun.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna insektisida dalam mengatasi serangan thrips penyebab keriting daun.

Kutu Daun

Kutu daun tanaman cabe adalah Myzus Persiceae. Kutu ini mengisap cairan tanaman cabai terutama pada daun muda, kotorannya manis sehingga menggundang semut. Serangan parah menyebabkan daun mengalami klorosis (kuning), menggulung dan mengeriting, akhirnya tanaman cabai menjadi kerdil.

Pengendalian Hama Kutu Dau
pestisida organik cabe pentanapestisida organik cabe aero-810
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan kutu daun.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan kutu daun.

Kutu Kebul

Kutu kebul tanaman cabai adalah Bemisia Tabaci. Hama berwarna putih, bersayap, tubuhnya diselimuti serbuk putih seperti lilin. Kutu kebul menyerang dan menghisap cairan sel daun sehingga sel-sel dan jaringan daun rusak.

Pengendalian Hama Kutu Kebul
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan kutu kebul.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna insektisida dalam mengatasi serangan kutu kebul tersebut.

Tungau

Tungau tanaman cabai adalah tungau kuning Pol Polphagotarsonemus lotus dan tungau merah Tetranychus cinnabarinus. Tungau bersembunyi di balik daun sambil menghisap cairan daun. Daun cabe yang terserang berwarna kecoklatan, terpelintir, serta pada permukaan bawah daun terdapat benang-benang halus berwarna merah atau kuning.

Pengendalian Hama Tungau
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan Pentana dengan cara aplikasi disemprotkan pada tanaman. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna Pentana dalam mengatasi serangan tungau.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida akarisida berbahan aktif propargit, dikofol, tetradifon, piridaben, klofentezin, amitraz, abamektin, atau fenpropatrin. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia tersebut dalam mengatasi serangan tungau.

Lalat Buah

hama tanaman cabe lalat buah"perangkap-lalat-buah-metilat-plus-lem-natural-nusantara-nasa"Lalat buah tanaman cabai adalah Dacus Dorsalis. Lalat betina dewasa menyerang dengan cara menyuntikkan telurnya ke dalam buah, kemudian telur berubah menjadi larva. Larva-larva ini kemudian menggerogoti buah cabai sehingga buah menjadi busuk.

Pengendalian Hama Lalat Buah
  1. Gunakan perangkap lem lalat buah, yaitu Metilat Plus yang berbahan aktif metil eugenol yang sangat efektif untuk menarik perhatian lalat buah jantan. Semakin banyak perangkap lem Metilat di lahan tanaman cabe akan semakin efektif mengendalikan serangan lalat buah. Apabila lalat buah jantan sibuk tergoda dengan aroma Metilat Lem maka lalat buah betina tidak bisa dibuahi dan akhirnya juga mati. Pada perangkap lem Metilat tersebut juga bisa ditambahkan insektisida sehingga apabila lalat buah jantan terpancing pada perangkap tersebut akan langsung mati.
  2. Selain itu juga dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo. Dosis sesuai petunjuk pada kemasan. Campurkan Aero 810 untuk meningkatkan daya guna pestisida kimia dalam mengatasi serangan lalat buah.

Nematoda

Nematoda tanaman cabai adalah Meloidogyne Incognita. Serangan nematoda ditandai adanya bintil-bintil pada akar. Nematoda merupakan cacing tanah berukuran sangat kecil, hama ini merupakan cacing parasit penyerang bagian akar tanaman cabe. Bekas gigitan cacing inilah akhirnya menyebabkan serangan sekunder, seperti layu bakteri, layu fusarium, busuk phytopthora atau cendawan lain penyerang akar.

Pengendalian Hama Nematoda
  1. Apabila serangan belum terlalu banyak, gunakan GLIO yang dicampur pupuk kandang dan tebarkan di sekitar lubang tanam. Penggunaan GLIO ini sebaiknya dimulai sejak awal penanaman atau pembibitan.
  2. Apabila serangannya sudah melebihi ambang batas bisa dilakukan dengan pengendalian secara kimia, yaitu dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif karbofuran sebanyak 1 gram pada lubang tanam. Campurkan Aero 810 sebagai bahan pelarut untuk membantu bahan aktif pestisida tersebut lebih tahan lama berada di sekitar tanaman serta tidak mudah hilang tergerus air hujan. Aplikasi pengendalian sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Senin, 17 Februari 2014

TEKNIS TANAM CABE

TEKNIS TANAM CABE
MENGGUNAKAN PUPUK ORGANIK NASA


teknis tanam cabe organik nasa
Teknis tanam cabe dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara NASA ini dapat dibaca juga melalui www.naturalnusantara.org.


PERSIAPAN MEDIA SEMAI


1. Campuran + 1- 2 pack NATURAL GLIO dalam + 25 – 50 kg pupuk kandang, lalu peram + 1 – 2 minggu sebagai campuran media semai
2. Komposisi media semai terdiri atas, pupuk kandang dan pasir (komposisi 1:1:1).

teknik-tanam-cabai


PEMBIBITAN CABE

1. Kebutuhan benih 10 – 11 sachet/ha
2. Rendam benih dengan + 2 – 4 cc POC NASA/liter air hangat selama + 2 jam.
3. Tiriskan dan peram + 2 – 4 hari, benih yang berkecambah segera disemaikan
4. semprotkan POC NASA + 1- 2 tutup/tangki pada bibit usia 7 dan 14 HSS (hari setelah semai)

teknik-tanam-cabai


PENGOLAHAN LAHAN & PEMUPUKAN DASAR

1. Taburkan pupuk kandang ( + 5 – 10 ton/ha) dan Dolomit ( + 200 – 300 kg/ha) di lahan.
2. Lakukan olah tanah
3. Buat bedengan (tinggi + 40 cm lebar + 100 cm) dengan drainase yang cukup
4. Campurkan SUPERNASA 3 – 6 kg/ha bersama pupuk TSP ( + 150 kg/ha) lalu taburkan secara merata dibedengan. Kemudian tebarkan GLIO yang sudah dicampur pukan ke permukaan bedengan (aplikasi + 1 minggu sebelum tanam).
5. Tutup bedengan dengan mulsa

teknik-tanam-cabai-pemupukan-dasar


PINDAH TANAM CABE

Buat lubang tanam jarak 60 cm x 60 cm atau 70 cm x 70 cm

teknik-tanam-cabai-pemupukan-dasar


PEMUPUKAN CABE DAN PEMELIHARAAN CABE

PEMUPUKAN MAKRO SUSULAN (Urea, ZA dan Kcl)
Usia 1 s/d 4 minggu


Urea

ZA

Kcl

POWER
NUTRITION
Cara aplikasi: campur + 50 liter air, siramkan + 1 gelas per lubang ( +200cc)

Interval 1 minggu
+ 10 sdm+ 10 sdm+ 10 sdm+ 5 – 10 sdm

Usia 5 minggu dan seterusnya


Urea

ZA

Kcl
POWER
NUTRITION
Cara aplikasi: campur + 50 liter air, siramkan + 2-3 gelas per lubang ( +400 - 600cc)

Interval 1 minggu
+ 10 sdm+ 20 sdm+ 20 sdm+ 10 – 20 sdm

* sdm = sendok makan

teknik-tanam-cabai

PEMUPUKAN POC NASA, HORMONIK DAN AERO810

Usia 2 minggu dan seterusnya ( interval 1-2 minggu):
Semprot POC NASA + 3 – 5 tutup/tangki + HORMONIK + 1 tutup/tangki + AERO-810 + 1/2 tutup / tangki, (volume tangki + 10 – 17 liter, kebutuhan + 20 – 30 tangki per hektar)

teknik-tanam-cabai-

PEREMPELAN

Sisakan + 2 – 3 cabang utama mulai umur 15 – 30 hari
Keterangan: Pemasangan ajir dan tali penguat saat usia sekitar 15 hari setelah tanam

PENCEGAHAN

a. Semprot PENTANA 3-5 tutup/tangki atau PESTONA 5 – l0 tutup/tangki + AERO-810 1/2 tutup/tangki (sebaiknya rutin tiap 5-10 hari)
b. Semprot BVR + 30 gr/tangki (selang-seling dengan PENTANA atau PESTONA , interval 5-10 hari)
c. Pasang Perangkat METILAT LEM


ARTIKEL LAIN TENTANG CABAI

PUPUK UNTUK CABE

PUPUK ORGANIK CABE



Artikel Pupuk Organik Nasa untuk Cabe ini dapat dibaca juga melalui www.naturalnusantara.org.

pupuk organik cabe nasa
KONDISI

  • PH tanah berkisar 6,0 – 6,8
  • Tanaman mulai membentuk buah pada umur 35 – 40 hari dan panen pertama sekitar 70 – 80 hari setelah tanam ( tergantung varietas ).
  • Populasi tanaman per hektar 15.000 s/d 17.000 dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm.

PEMBIBITAN CABAI

pupuk organik cabe hormonik
  • Rendam benih cabai di air hangat ( 1 liter ) + 1 ttp Hormonik selama 15 s/d 30 menit.
  • Peram dengan kertas basah sampai berkecambah kemudian masukkan ke poliback pembenihan.


PENYIAPAN MEDIA PEMBENIHAN

pupuk organik cabe glio
  1. Campur 2 bungkus Gliocladium sp ( Natural GLIO ) + 20 kg pupuk kandang lembut (sudah di saring) / kompos + 10 kg tanah lembut ( sudah disaring ).
  2. Masukkan campuran tersebut ke poliback sebagai media pembenihan, taruh di tempat teduh dan jaga kelembabannya (pemberian Gliocladium dimasukkan untuk pencegahan terhadap jamur fusarium, antraknose dan layu bakteri) selanjutnya masukkan benih yang sudah berkecambah ke poliback tersebut.
  3. Pada usia benih 10 hari semprot dengan Poc Nasa dengan dosis 2 ttp/ 10 liter air dan 7 hari sebelum tanam semprot lagi dengan dosis 2 ttp POC Nasa + 2 ttp Pestona + 10 liter air.

PERSIAPAN BEDENG ATAU LAHAN TANAM

  1. Berikan dolomite sebanyak ¼ kg tiap meter bedeng, dolomite diberikan 10 hari sebelum tutup mulsa, tujuan pemberian dolomite untuk menetralkan PH tanah dan mencukupi kebutuhan Ca dan Mg yang sangat dibutuhkan oleh tanaman cabai, kekurangan Ca akan berakibat : Batang tanaman lemah, mudah patah, tangkai bunga membusuk, buah mudah busuk dan Ca memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan, pembungaan serta pembuahan karena dalam semua proses pembentukan protein dalam tubuh tanaman membutuhkan Ca, sedangkan ;Mg memiliki peran sebagai bahan pembentuk klorofil daun, klorofil daun merupakan dapurnya tanaman dan disinilah proses pemasakan semua zat yang diserap oleh tanaman, kekurangan Mg akan berakibat fatal karena semua proses, mulai pembentukan, pembungaan, dan pembuahan terganggu, tanaman jadi kerdil, bunga sedikit dan buah kecil- kecil.
  2. Berikan pupuk dasar ( N-P-K 16-16-16 ), dengan dosis 40 gr per tanaman, taburkan secara merata di bedengan ( sesuaikan dengan jumlah tanaman perbedeng ), contoh : 1 bedeng berisi 100 tanaman berarti jumlah N-P-K yang ditabur dibedengan tersebut, 40 gr x 100 = 4000 gr, atau 4 kg N-P-K berikan 3 hari sebelum tutup mulsa.
  3. Setelah diberi pupuk dasar siram bedengan dengan larutan super nasa dengan dosis 1 botol super nasa + 200 liter air ( untuk lahan seluas 1000 m ). Pemberian super nasa dimaksudkan untuk menggemburkan lahan, menetralkan Ph, mensuplai kebutuhan pupuk mikro dan mendeposit pupuk makro yang telah diberikan supaya tidak mudah hilang tergerus air, sehingga ketersediaan pupuk makro (N-P-K-Ca-Mg) terjamin. Selanjutnya tutup mulsa, dan lahan siap ditanami.

PEMUPUKAN

1. Pemupukan 1 (Untuk cabai usia 1 minggu s/d 4 minggu)

pupuk organik cabe supernasaBuat larutan induk :
1 botol Supernasa (250gr) + 25 Kg NPK + 200 lt Air ( 1 drum ), untuk 10.000 pohon

Cara Pemupukan :
    • 1 lt Larutan Induk + 10 lt Air kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua ), ini cukup untuk 50 pohon
    • Dosis pemupukan diberikan usia 1 minggu, 2 minggu, 3 minggu dan 4 minggu
Penyemprotan 1
    • Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 4 ttp POC Nasa + 2 ttp Pestona + ½ ttp Aero-810, semprot pagi hari sebelum pukul 09.00 pagi
    • Dosis ini diberikan usia 1 minggu sampai usia 4 minggu.
pupuk organik cabe pestonapupuk organik cabe poc nasapupuk organik cabe aero-810

2. Pemupukan 2 untuk cabai usia 5 minggu s/d 8 minggu => untuk 5.000 pohon

Buat larutan induk :
1 botol Power Nutrition (250gr) + 50 Kg NPK + 200 lt Air
Cara pemupukan :
2 ltr larutan Induk + 10 lt Air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Agua), Larutan ini cukup untuk 50 pohon, berikan seminggu sekali.
Penyemprotan 2
Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 6 ttp POC Nasa + 1 ttp Hormon + 4 ttp Pestona + ½ ttp Aero + 15 lt Air ( 1 tangki )

Pemupukan 3 untuk cabai usia 9 minggu s/d 20 minggu => untuk 5000 pohon

Buat larutan induk :
1 botol Supernasa (250gr) + 1 botol Powernutrition (250gr) + 75 Kg NPK + 200 ltr Air diberikan seminggu sekali
Cara Pemupukan :
2 lt Larutan induk + 10 lt air, kocorkan pada tanaman cabai 1 pohon 200ml ( 1 gelas Aqua ), larutan ini cukup untuk 50 pohon
Penyemprotan 3
Dilakukan seminggu sekali dengan dosis 8 ttp Poc Nasa + 1 ttp Hormon + 6 ttp Pestona + ½ ttp Aero-810 + 15 lt Air ( 1 tangki )

Catatan :
  • Pemberian Gliocladium diberikan diminggu ke 4, 8, 12 dan 16, caranya campur dengan pupuk Induk.
  • Tujuan pemberian Gliocladium untuk mencegah cerangan Jamur ( fusarium dan antraknose ) serta layu bakteri
  • Dosis Pupuk Makro ( Kimia ) Sesuai Rekomendasi Setempat / kebiasaan Petani



Minggu, 16 Februari 2014

BUDIDAYA CABE

CARA BUDIDAYA CABE ORGANIK
MENERAPKAN TEKNOLOGI ORGANIK NASA



budidaya cabe organik nasa
Cara Budidaya Cabe Organik dengan menerapkan teknologi organik PT. Natural Nusantara NASA ini dapat dibaca juga melalui www.naturalnusantara.org.

I. PENDAHULUAN

Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24-27°C dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi.

Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0-10 Co serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi. pH tanah yang optimal antara 5,5-7.

Tanaman cabe menghendaki pengairan yang cukup. Tetapi apabila jumlah air berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri. Jika kekurangan air tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan.

Bertanam cabe sering dihadapkan dengan berbagai masalah (resiko), diantaranya, teknis budidaya, kekurangan unsur, serangan hama dan penyakit, dll.

PT. Natural Nusantara (NASA) berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabe secara kuantitas, kualitas dan kelestarian (K-3), sehingga petani dapat berkompetisi di era pasar bebas.

II. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

A. FASE PRATANAM

1. Pengolahan Lahan

Pengolahan tanah bertujuan untuk memperbaiki struktur dan porositas tanah sehingga peredaran air dan udara menjadi optimal. Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna yaitu pembajakan dua kali dan penyisiran satu kali. Setelah pengolahan tanah (7-14) hari, dibuat bedengan dengan tujuan memudahkan pembuangan air hujan yang berlebihan, mempermudah pemeliharaan, mempermudah meresapnya air hujan atau air pengairan, serta menghindari tanah terinjak-injak sehingga menjadi padat.
  • Tebarkan pupuk kandang dosis 0,5 -1 ton untuk per 1000 m2.
  • Diluku kemudian digaru (dan biarkan + 1 minggu).
  • Diberi Dolomit sebanyak 0,25 ton per 1000 m2.
  • Buat bedengan lebar 110-120 cm dan parit selebar 80 cm.
  • Siramkan SUPER NASA (1 botol) atau POC NASA (1-2 botol).

    • SUPER NASA :

      • 1 botol dilarutkan dalam 3 liter air (jadi larutan induk).
      • Setiap 50 liter air tambahkan 200 cc larutan induk, atau
      • 1 gembor (+ 10 liter) diberi 1 sendok makan peres SUPER NASA dan siramkan ke bedengan + 5-10 m.

    • POC NASA :
      • 1 gembor (+ 10 liter) diberi 2-4 tutup POC NASA dan siramkan ke bedengan sepanjang + 5 - 10 meter.

  • Campurkan Natural GLIO 100 - 200 gr ( 1 - 2 bungkus ) dengan 50 - 100 kg pupuk kandang, biarkan selama 1 minggu dan sebarkan ke bedengan.
  • Bedengan ditutup mulsa plastik dan dilubangi, jarak tanam 60 cm x 70 cm pola zig zag ( biarkan + 1 - 2 minggu ).

budidaya cabe pupuk organik padat supernasabudidaya cabe pupuk organik cair nasabudidaya cabe pengendali hama organik glio

2. Benih

  • Kebutuhan per 1000 m2 1 - 1,25 sachet Natural CK -10 atau CK-11 dan Natural CS-20, CB-30.
  • Biji direndam dengan POC NASA dosis 0,5 - 1 tutup / liter air hangat kemudian diperam semalam.

B. FASE PERSEMAIAN ( 0-30 HARI)

1. Persiapan Persemaian

  • Arah persemaian menghadap ke timur dengan naungan atap plastik atau rumbia.
  • Media tumbuh dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring, dengan perbandingan 3 : 1.
  • Pupuk kandang sebelum dipakai dicampur dengan Natural GLIO 100 gr dalam 25-50 kg pupuk kandang dan didiamkan selama + 1 minggu.
  • Media dimasukkan polibag bibit ukuran 4 x 6 cm atau contong daun pisang.

2. Penyemaian

  • Biji cabai diletakkan satu per satu tiap polibag, lalu ditutup selapis tanah + pupuk kandang matang yang telah disaring.
  • Semprot POC NASA dosis 1-2 ttp/tangki umur 10, 17 HSS.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari pada pagi atau sore hari untuk menjaga kelembaban.

3. Pengamatan Hama dan Penyakit

budidaya cabe pestisida organik pestonabudidaya cabe pestisida organik pestona

  • HAMA CABE
    • Kutu Daun Persik (Aphid sp.),
      • Perhatikan permukaan daun bagian bawah atau lipatan pucuk daun, biasanya kutu daun persik bersembunyi di bawah daun.
      • Pijit dengan jari koloni kutu yg ditemukan, semprot dengan BVR atau PESTONA.

    • Hama Thrip parvispinus,
      • Gejala serangan daun berkerut dan bercak klorosis karena cairan daun diisap, lapisan bawah daun berwarna keperak-perakan atau seperti tembaga.
      • Biasanya koloni berkeliaran di bawah daun.
      • Pengamatan pada pagi atau sore hari karena hama akan keluar pada waktu teduh.
      • Serangan parah semprot dengan BVR atau PESTONA untuk mengurangi penyebaran.

    • Hama Tungau (Polyphagotarsonemus latus).
      • Gejala serangan daun berwarna kuning kecoklatan menggulung terpuntir ke bagian bawah sepanjang tulang daun.
      • Pucuk menebal dan berguguran sehingga tinggal batang dan cabang.
      • Perhatikan daun muda, bila menggulung dan mengeras itu tandanya terserang tungau.
      • Cara mengatasi seperti pada Aphis dan Thrip

  • PENYAKIT TANAMAN CABE
    • Rebah semai (dumping off),
      • Gejalanya tanaman terkulai karena batang busuk , disebabkan oleh cendawan Phytium sp. & Rhizoctonia sp.
      • Cara pengendalian: tanaman yg terserang dibuang bersama dengan tanah, mengatur kelembaban dengan mengurangi naungan dan penyiraman,
      • Jika serangan tinggi siram Natural GLIO 1 sendok makan (± 10 gr) per 10 liter air.

    • Embun bulu,
      • Ditandai adanya bercak klorosis dengan permukaan berbulu pada daun atau kotil yg disebabkan cendawan Peronospora parasitica.
      • Cara mengatasi seperti penyakit rebah semai.

    • Kelompok Virus,
      • Gejalanya pertumbuhan bibit terhambat dan warna daun mosaik atau pucat.
      • Gejala timbul lebih jelas setelah tanaman berumur lebih dari 2 minggu.
      • Cara mengatasi; bibit terserang dicabut dan dibakar, semprot vektor virus dengan BVR atau PESTONA.

C. FASE TANAM CABE

pestisida organik pestonapestisida organik pestonapestisida organik pestona

1. Pemilihan Bibit Cabe

  • Pilih bibit seragam, sehat, kuat dan tumbuh mulus.
  • Bibit memiliki 5-6 helai daun (umur 21 - 30 hari).

2. Cara Tanam cabe

  • Waktu tanam pagi atau sore hari , bila panas terik ditunda.
  • Plastik polibag dilepas.
  • Setelah penanaman selesai, tanaman langsung disiram /disemprot POC NASA 3-4 tutup/ tangki.

3. Pengamatan Hama dan Penyakit

  • Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon ),
    • Aktif malam hari untuk kopulasi, makan dan bertelur. Ulat makan tanaman muda dengan jalan memotong batang atau tangkai daun. Siang hari sembunyi dalam tanah disekitar tanaman terserang.
    • Setiap ulat yang ditemukan dikumpulkan lalu dibunuh,
    • Serangan berat semprot dengan


      Jenis Pupuk

      1 - 4 minggu (kg)

      5 - 12 minggu
      (kg)

      Urea

      7

      56

      SP-36

      7

      28

      KCl

      7

      28

      atau VIREXI.

  • Ulat Grayak ( Spodoptera litura dan S. exigua ),

    • Ciri ulat yang baru menetas / masih kecil berwarna hijau dengan bintik hitam di kedua sisi dari perut/badan ulat, terdapat bercak segitiga pada bagian punggungnya (seperti bulan sabit).
    • Gejala serangan, larva memakan permukaan bawah daun dan daging buah dengan kerusakan berupa bintil-bintil atau lubang-lubang besar. Serangan parah, daun cabai gundul sehingga tinggal ranting-rantingnya saja. Telur dikumpulkan lalu dimusnahkan, menyiangi rumput di sekitar tanaman yang digunakan untuk persembunyian.
    • Semprot dengan VITURA, VIREXI atau PESTONA.

  • Bekicot/siput.
    • Memakan tanaman, terutama menyerang malam hari.
    • Dicari di sekitar pertanaman ( kadang di bawah mulsa) dan buang ke luar areal.

  • Kutu - kutuan ( Aphis, Thrips, Tungau ), lihat fase persemaian.
  • Penyakit Layu,
    • Disebabkan beberapa jamur antara lain Fusarium, Phytium dan Rhizoctonia.
    • Gejala serangan tanaman layu secara tiba-tiba, mengering dan gugur daun. Tanaman layu dimusnahkan dan untuk mengurangi penyebaran,
    • Sebarkan Natural GLIO.

  • Penyakit Bercak Daun, Cercospora capsici.
    • Jamur ini menyerang pada musim hujan diawali pada daun tua bagian bawah.
    • Gejala serangan berupa bercak dalam berbagai ukuran dengan bagian tengah berwarna abu-abu atau putih, kadang bagian tengah ini sobek atau berlubang. Daun menguning sebelum waktunya dan gugur, tinggal buah dan ranting saja. Akibatnya buah menjadi rusak karena terbakar sinar matahari. Pengamatan pada daun tua.

  • Lalat Buah (Dacus dorsalis),
    • Gejala serangan buah yang telah berisi belatung akan menjadi keropos karena isinya dimakan, buah sering gugur muda atau berubah bentuknya. Lubang buah memungkinkan bakteri pembusuk mudah masuk sehingga buah busuk basah. Sebagai vektor Antraknose. Pengamatan ditujukan pada buah cabai busuk, kumpulkan dan musnahkan.
    • Lalat buah dipantau dengan perangkap berbahan aktif Metil Eugenol 40 buah / ha.

  • Penyakit Busuk Buah Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides),
    • Gejala serangan mula-mula bercak atau totol-totol pada buah yang membusuk melebar dan berkembang menjadi warna orange, abu-abu atau hitam. Bagian tengah bercak terlihat garis-garis melingkar penuh titik spora berwarna hitam. Serangan berat menyebabkan seluruh bagian buah mengering.
    • Pengamatan dilakukan pada buah merah dan hijau tua. Buah terserang dikumpulkan dan dimusnahkan pada waktu panen dipisahkan.
    • Serangan berat sebari dengan Natural GLIO di bawah tanaman.

pengendali hama organik glio

D. FASE PENGELOLAAN TANAMAN (7-70 HST)

  • Penyiraman dapat dilakukan dengan pengocoran tiap tanaman atau penggenangan (dilep) jika dirasa kering.
  • Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang.
  • Pupuk kocoran merupakan perbandingan campuran pupuk makro Urea : SP 36 : KCl : NASA = (250 : 250 : 250) gr dalam 50 liter ( 1 tong kecil) larutan.
  • Diberikan umur 1 - 4 minggu dosis 250 cc/lubang, sedang umur 5-12 minggu dengan perbandingan pupuk makro Urea : TSP : KCl : NASA = (500 : 250 : 250) gr dalam 50 liter air, dengan dosis 500 cc/lubang.
Kebutuhan total pupuk makro 1000 m2 :

Jenis Pupuk

1 - 4 minggu (kg)

5 - 12 minggu
(kg)

Urea

7

56

SP-36

7

28

KCl

7

28

Catatan :
  • Umur 1 - 4 mg 4 kali aplikasi (± 7 tong/ aplikasi).
  • Umur 5-12 mg 8 kali aplikasi (± 14 tong/aplikasi).
  • Penyemprotan POC NASA ke tanaman dengan dosis 3-5 tutup / tangki pada umur 10, 20, kemudian pada umur 30, 40 dan 50 HST POC NASA + Hormonik dosis 1-2 tutup/tangki.
  • Perempelan, sisakan 2-3 cabang utama / produksi mulai umur 15 - 30 hr.
  • Pengamatan Hama dan Penyakit

III. PANEN CABE DAN PASCA PANEN CABE

1. PANEN CABE

  • Panen pertama sekitar umur 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya 2-3 hari dengan jumlah panen bisa mencapai 30-40 kali atau lebih tergantung ketinggian tempat dan cara budidayanya
  • Setelah pemetikan ke-3 disemprot dengan POC NASA + Hormonik dan dipupuk dengan perbandingan seperti diatas, dosis 500 cc/ph

pupuk organik cair nasaHormon organik nasa

2. CARA PANEN CABE

  • Buah dipanen tidak terlalu tua (kemasakan 80-90%)
  • Pemanenan yang baik pagi hari setelah embun kering
  • Penyortiran dilakukan sejak di lahan
  • Simpan ditempat yang teduh
ARTIKEL LAIN TENTANG CABAI